Memuat...

Berita

Tanggal ditambahkan: 03/05/2010 Bugar dengan Aktivitas Seks Sehat

SALAH SATU MANFAAT UTAMA HUBUNGAN SEKS ADALAH MENURUNKAN TEKANAN DARAH DAN MEREDAKAN STRES. Banyak orang sepakat seks itu indah. Deni Amrizal, 28 tahun, misalnya. Pengusaha muda ini mengaku hidupnya menjadi lebih indah sejak menikah dua tahun lalu. Bersama istrinya, ia melakukan hubungan intim nyaris setiap hari. Hasilnya? "Setiap bangun pagi tubuh saya terasa segar," ujarnya.

Namun aktivitas rutinnya itu kini mulai berkurang sejak kedatangan si buah hati. Dalam sepekan, ia biasa bercinta tiga kali. Meski aktivitas seks itu berkurang, tidak mempengaruhi keindahan hari dan kebugaran fisiknya sehari-hari. "Karena sudah punya anak, jadi tidak apa-apa berkurang. Kasihan ibunya," katanya terkekeh.

Ia mengenang kehidupannya saat sebelum menikah. Jadwal tidurnya tidak pernah teratur, sering begadang. Pola makan dan aktivitasnya pun tumpang-tindih, tak pernah berolahraga. Sejak menikah, ia memiliki jam tidur yang teratur, plus bisa berolahraga tiap malam. "Bagi saya, aktivitas seks sama dengan olahraga," katanya.

Dokter spesialis kandungan dan konsultan seks, Boyke Dian Nugraha, tidak membantah pernyataan bahwa seks disamakan dengan aktivitas olahraga. Bahkan bisa lebih menyehatkan karena secara psikologis seks itu menyenangkan. "Satu kali melakukan hubungan seksual, sama dengan naik-turun tangga setinggi tiga lantai," katanya, Selasa lalu.

Aktivitas seks selama 13 menit, ia melanjutkan, bisa membakar 85 kalori lebih. Meski jumlah ini sedikit, bila dikumpulkan dalam setahun kalori akan terbakar sebanyak 3.570 kalori, dengan asumsi seks dilakukan tiga kali dalam sebulan. Jumlah ini cukup untuk menurunkan setengah kilogram berat badan. Jika bercinta rata-rata selama satu jam, satu kilogram berat badan mungkin bisa diturunkan dengan 21 kali aktivitas seksual.

Berhubungan seks juga mampu meredakan stres.

Peneliti dari Skotlandia dalam riset yang dipublikasikan jurnal Biological Psychology menyimpulkan, salah satu manfaat utama seks bagi kesehatan adalah menurunkan tekanan darah dan meredakan stres secara umum. "Orang yang melakukan aktivitas seks dapat mengatasi stres lebih baik ketimbang mereka yang tidak," tulis jumal tersebut.

Aktivitas seks juga mampu menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Dalam riset yang dipublikasikan jumal Epidemiological and Community Health, para ahli mengungkapkan, seks rutin membebaskan seseorang dari ancaman stroke. Peneliti juga mengungkapkan, berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu dapat menurunkan risiko serangan jantung fatal hingga 50 persen pada pria dibanding mereka yang melakukan seks kurang dari sekali dalam sebulan.

Aktivitas seks juga merupakan obat penenang paling aman di dunia. Sebab, menurut Boyke, saat seseorang mengalami orgasme, tubuh mengeluarkan hormon endorfin. Hormon ini memberikan efek rasa nyaman dan nikmat secara alami dari dalam tubuh. Kemampuannya, kata dia, seratus kali lipat dari efek morfin. "lapi seks tidak mengakibatkan kecanduan, berbeda dengan morfin yang malah merusak tubuh," katanya.

Boyke menyebutkan, yang utama, aktivitas seks sehat adalah ketika dilakukan dengan dasar cinta. Apalagi bila dilakukan dalam ikatan perkawinan. Dengan perkawinan dan dalam ikatan cinta, katanya, terdapat emosi yang mampu menambah kekuatan batin kepada dua pasangan untuk beraktivitas keesokan harinya. "Seks akan sangat indah bila dilakukan atas dasar cinta," katanya.

Selanjutnya, seks yang sehat adalah seks yang dilakukan dengan tidak langsung dan terburu-buru. Juga dilakukan dalam suasana yang nyaman. Karena itu, Boyke sangat menganjurkan kedua pasangan untuk melakukan pemanasan. Foreplay akan sangat membantu menstimulasi gairah seks dan meningkatkan aliran darah ke seluruh organ tubuh, termasuk penis, vagina, dan kli-toris. "Tunjukkan rasa perhatian kepada pasangan dengan saling menyentuh," katanya.

Setelah itu, seks dilakukan dengan variasi dan teknik-teknik yang aman. Boyke tidak menganjurkan teknik seks secara menggebu-gebu sehingga melakukannya dalam posisi yang berbahaya. Ia tidak menyangkal ada kecelakaan saat berhubungan intim, seperti terkilir. "Santai saja, lakukan dengan teknik dan variasi yang nyaman," katanya.

Sumber: bataviase.co.id

Tanggal ditambahkan: 22/04/2010 Gairah Seks Timbul Kalau di Hotel

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah tiga tahun ia kehilangan gairah seksual, sehingga sering merasa sakit saat berhubungan karena terpaksa melayani suami. Namun, mengapa gairahnya mendadak muncul ketika menginap di hotel? Apa yang ia bayangkan?

“Saya seorang istri berusia 42 tahun, suami 47 tahun. Kami menikah 15 tahun yang lalu, mempunyai 2 anak. Pada awalnya hubungan seks kami baik-baik saja.

Saya senang melakukan karena cukup bergairah dan dapat merasa nikmat.
Namun, sejak 3 tahun ini saya mengalami perubahan drastis. Gairah seperti hilang. Kalau lama tidak berhubungan seks juga tidak masalah. Kondisi ini masalah bagi suami. Akhirnya saya hanya terpaksa melayani, kadang-kadang terasa sakit. Sejak itu saya tidak pernah merasa nikmat lagi.

Belum lama ini saya dan suami bepergian ke luar kota dan menginap di sebuah hotel. Di luar dugaan, kok, gairah saya bangkit dan ingin melakukan hubungan seks. Selama dua hari menginap itu saya bisa merasakan nikmat lagi seperti dulu. Anehnya, setelah kembali ke rumah mengapa saya tidak bergairah lagi?

Saya ingin menanyakan apa artinya ini? Mengapa saya bergairah waktu menginap di hotel, tetapi di rumah tidak? Saya merasa berbeda sekali. Perlu diketahui, rumah saya cukup bagus, di atas rata-rata kalau dibandingkan rumah lain.

Bagaimana mengatasi masalah saya ini? Adakah penyakit atau gangguan yang menyebabkan saya jadi seperti ini?”

S.Y.,  Jakarta

Akibat Jenuh
Masalah Anda juga dialami oleh banyak orang lain, tidak hanya wanita tetapi juga pria. Menurunnya atau hilangnya gairah seksual dialami oleh cukup banyak orang karena berbagai penyebab, baik penyebab fisik maupun psikis.

Penyebab fisik misalnya gangguan fungsi hati, kurang berfungsinya hormon testosteron, dan kurang darah berat. Penyebab psikis antara lain kejenuhan, kebosanan, dan stres. Semua penyebab ini dapat menekan dorongan seksual bahkan sampai hilang sama sekali.

Kalau dorongan seksual Anda hilang sejak 3 tahun yang lalu, kemudian muncul kembali ketika Anda bermalam di hotel, boleh diduga ada faktor psikis sebagai penyebabnya.

Faktor psikis tersebut mungkin kebosanan atau kejenuhan dengan suasana sehari-hari di rumah yang mungkin Anda rasakan monoton. Apalagi kalau setiap hari kegiatan Anda hanya di rumah saja.

Kejenuhan ini tidak tergantung pada bagaimana keadaan rumah Anda. Artinya, walaupun keadaan rumah Anda jauh lebih baik dibandingkan rumah lain, itu tidak menjamin tidak munculnya kejenuhan atau kebosanan. Faktor psikis ini tidak mutlak ditentukan oleh keadaan fisik rumah, melainkan menyangkut perasaan yang bersangkutan.    

Perubahan yang Anda rasakan ketika bermalam di hotel seharusnya tidak hanya terjadi sekali itu. Artinya setiap Anda merasakan suasana baru yang berbeda dengan suasana monoton di rumah, Anda juga merasakan perbedaan itu.

Ubah Rutinitas
Cobalah Anda lakukan perubahan pada suasana sehari-hari yang menyangkut aktivitas dan kehidupan Anda. Perubahan dapat meliputi banyak aspek seperti kegiatan yang Anda lakukan, pekerjaan, hidup bersosialisasi, suasana rumah, suasana kamar tidur, dan komunikasi dengan suami.

Komunikasi dengan suami sangat perlu diperhatikan antara lain yang menyangkut perhatian terhadap Anda, pernyataan cinta, dan pernyataan bahagia bersama Anda. Perubahan juga menyangkut variasi dalam melakukan aktivitas seksual, seperti rangsangan seksual dan posisi hubungan seksual.

Selain itu jangan lupakan kemungkinan terjadi perubahan pada fungsi seksual suami. Kalau ternyata terjadi penurunan atau gangguan pada fungsi seksual suami yang Anda rasakan, ini juga dapat menjadi penyebab masalah Anda.

Kalau ini Anda rasakan, jangan segan menyampaikan kepada suami melalui komunikasi yang baik. Dengan meningkatkan kembali fungsi seksual suami, diharapkan dorongan seksual Anda pulih kembali.

Walaupun faktor psikis tampak kuat sebagai penyebab masalah Anda, jangan lupakan kemungkinan adanya penyebab fisik antara lain seperti tersebut di atas. Untuk memastikan tentu diperlukan pemeriksaan yang benar.

Sumber: kompas.com

Tanggal ditambahkan: 15/04/2010 Insomnia Bikin Hasrat Seks Turun

APAKAH Anda sering sulit memejamkan mata setiap lewat tengah malam. Menjelang pagi barulah mata Anda mau terpejam. Jika hal itu dibiarkan terus, tanpa disadari Anda sudah menderita insomnia. Gejala lainnya adalah banyak bermimpi, gelisah, bangun tidur badan tak segar, dan daya ingat menurun.

Insomnia sering ditemui tapi jarang penderitanya menyadari, dan kemudian mau mengobatinya secara serius. Padahal insomnia menurunkan kualitas hidup penderitanya. Beberapa dampak insomnia seperti mudah tersinggung, nafsu makan tinggi dan dapat menimbulkan obesitas, diabetes, penyakit jantung koroner, hipertensi, gangguan sistem imun, dan penurunan gairah seksual. Selain itu, insomnia juga dikaitkan dengan gangguan psikologik, misalnya terjadi depresi, kecemasan, dan penurunan daya ingat.

Pada dasarnya tidur berfungsi meresusitasi otak dan mengkonsolidasi daya ingat. Insomnia cenderung dihubungkan dengan buruknya kualitas hidup, meningkatnya penggunaan jasa kesehatan, dan anjloknya finansial.

Di Indonesia, prevalensi insomnia sekitar 10 persen, atau sekitar 28 juta orang dari total 238 juta penduduk Indonesia. Dari jumlah itu, insomnia terbanyak diderita kaum wanita.

Insomnia diartikan sebagai persepsi atau keluhan atas berkurangnya tidur. “Jumlah jam tidur seseorang (penderita insomnia) sangat individual sekali. Dianggap normal jika jumlahnya masih 5-8 jam. Terpenting ketika bangun merasa segar dan tidak mengantuk di siang hari,” kata dokter spesialis kejiwaan dari FKUI/RSCM, Nurmiati Amir, pada jumpa pers tatalaksana komprehensif insomnia di Jakarta, Sabtu (1/5).

Selain tidur dengan waktu yang cukup, manusia juga harus tidur secara sehat atau berkualitas. Banyak masyarakat yang tak menyadari jika dirinya tidur tidak lelap, banyak bermimpi, gelisah, bangun tidur tidak segar, dan siang hari mengantuk. Padahal, itu lah gejala insomnia.

Nurmiati menambahkan, insomnia disebabkan oleh gangguan kimia otak, hormon (stresor, hormon pertumbuhan, dan melatonin, estrogen), sistem imun, gangguan psikiatrik, depresi, ketergantungan zat, kondisi medik lain seperti asma, reumatologi, menopause, dan inkontinensia.

“Karena faktor estrogen jugalah yang menyebabkan perempuan lebih banyak terkena insomnia, karena ada yang pra, pasca, dan saat menstruasi. Begitu juga menjelang dan pasca menopause,” tambah Nurmiati.

Perawatan insomnia terhadap penderitanya harus secara komprehensif atau menyeluruh. Dokter terlebih dahulu akan mencari pencetus insomnia. Apakah karena stres, ketergantungan obat, atau kebiasaan tidur yang salah. Jika hanya memberi obat tapi akar masalahnya tidak diobati, pengobatannya jadi percuma.

“Idealnya orang tidur tidak perlu obat tidur, tapi sekarang banyak yang pakai obat, karena untuk mengubah perilaku tidur dan edukasi sangat lambat sehingga farmakologi atau pemberian obat lebih disukai,” kata Nurmiati lagi. Pemberian obat tidur harus dengan resep dokter agar dosisnya yang tepat.

Secara keseluruhan, langkah pertama dalam penatalaksanaan insomnia adalah dengan memeriksa pasien secara lengkap, baik fisik atau psikologik.

Pemeriksaan fisik misalnya apakah ada hipertensi, rematoid artritis, dan gangguan hormonal. Selain itu ada juga pemeriksaan psikologik, misalnya depresi, ansietas, dan gangguan kepribadian. Penyakit fisik atau psikologik yang mendasari insomnia harus diobati. Selanjutnya dilakukan terapi farmakologi dan non farmakologi.

Tidur malam tak tergantikan

Mungkinkah jam tidur diganti? Ada kalanya, tidur siang dijadikan alasan untuk mengganti tidur malam. Padahal, tidur malam tak tergantikan. Hal ini berhubungan dengan bekerjanya hormon melatonin yang berhubungan dengan daya imun.

Pada saat tidur malam itulah proses detoksifikasi terjadi, yakni menghancurkan toksin dan zat yang merusak tubuh lainnya. Proses ini dikendalikan oleh hormon melatonin. Nah, hormon ini mulai bekerja pada pukul 21.00 hingga menjelang pagi. Sementara tidur siang, melatonin tidak keluar. “Kalau orang sering tidak tidur pada malam hari, jadi sering sakit karena tidak ada detoksifikasi,” katanya.

Ia menambahkan, aksi "balas dendam" tidur malam pada siang hari daya imun menjadi semakin lemah.

Nurmiati juga menjelaskan, saat melatonin keluar pada pukul 21.00, temperatur tubuh juga ikut menurun. Saat temperatur turun inilah biasanya waktunya tidur.

“Orang tidur lebih nyenyak ketika suhu ruangan nyaman dan tidak panas, sehingga ketika orang demam, biasanya tidak bisa tidur dan suhu ruangan harus dibuat lebih dingin agar temperatur tubuh juga ikutan dingin,” katanya.

Adanya global warming yang membuat suhu udara semakin panas pastinya akan membuat orang jadi sulit tidur.

Sumber: wartakotalive.com

Tanggal ditambahkan: 02/03/2010 Faktor Ejakulasi Dini Yang Perlu Dipahami

Jakarta - Selama ini mungkin Anda sudah pernah mengetahui Mr. Happy, tapi apakah Anda sudah tahu lebih jauh seputar dirinya? Simak pembahasannya berikut ini.

Sering kita mendengar masalah seputar penis. Dari ejakulasi dini hingga impotensi. Mungkin Anda berpikir kedua hal tersebut adalah problem permanen. Padahal hal tersebut bisa terjadi pada pria manapun dalam kondisi tertentu.

Jangan langsung menuduh pasangan mengalami impotensi jika Mr.Happynya tidak bisa 'bangun'. Kondisi-kondisi tertentu bisa membuat mereka tidak bisa beraksi. Misalnya saja saat ia terlalu banyak minum minuman beralkohol.

Menurut terapis seks, Ian Kerner, ada 30 persen laki-laki yang mengalami ejakulasi dini, seperti yang dikutip dari bettyconfidential. Dalam kamus Kerner, ejakulasi dini artinya seorang pria tidak bisa menahan ejakulasinya lebih dari satu menit.

Namun jangan berkecil hati dulu jika pasangan Anda mengalami hal tersebut, khususnya Anda yang baru saja menjalin hubungan. Keadaan tertentu juga bisa membuat pasangan Anda berejakulasi dini. Misalnya saja saat ia terlalu bersemangat bercinta.

Jika hal ini terjadi berkali-kali sepanjang kehidupan bercinta Anda, bisa dipastikan ia mengalami ejakulasi dini. Namun bukan berarti hal tersebut merupakan akhir dunia. Anda bisa membantunya agar lebih tahan lama seperti yang pernah kami bahas sebelumnya dalam orgasme sebelum pasangan ejakulasi dini.

Sepanjang kehidupan bercinta Anda, bisa dipastikan ia mengalami ejakulasi dini. Namun bukan berarti hal tersebut merupakan akhir dunia. Anda bisa membantunya agar lebih tahan lama seperti yang pernah kami bahas sebelumnya dalam orgasme sebelum pasangan ejakulasi dini.

Sumber : wolipop.com

Tanggal ditambahkan: 18/02/2010 Seks Aman Selama Kehamilan

PARA pakar menyatakan bahwa seks selama kehamilan aman namun para calon ibu enggan melakukannya. Apakah yang sebenarnya dialami perempuan hamil? Berikut hasil studi peneliti Joana Rocha Pauleta, MD, dari Santa Maria University Hospital di Lisbon, Portugis.

Dalam studi yang dipublikasikan di The Journal of Sexual Medicine ini, peneliti meminta 188 perempuan yang baru melahirkan mengisi kuesioner. Peneliti tidak melibatkan perempuan yang berisiko melakukan seks selama kehamilan, seperti perempuan dengan placenta previa, janin kembar, gangguan serviks, atau mereka yang berisiko melahirkan bayi prematur.

Hasil menunjukkan:

Hampir 25 persen perempuan merasa takut bahwa hubungan seks melalui vagina akan membahayakan bayi mereka. Akan tetapi, hanya tiga dari partisipan tersebut yang menunda melakukan hubungan intim hingga bayi mereka lahir. Dua dari tiga perempuan ini melakukan berbagai bentuk aktivitas seksual lainnya.

Waktu

Delapan puluh persen melaporkan melakukan beberapa bentuk aktivitas seksual selama trimester ketiga. Dan 39 persen melaporkan melakukan hubungan seks pada minggu melahirkan.

Frekuensi

Frekuensi aktivitas seksual pada sebagian besar perempuan tidak berkurang hingga trimester ketiga. Akan tetapi, sekitar 10 persen menyatakan lebih sering melakukan hubungan seks sepanjang trimester ketiga dibandingkan trimester pertama atau kedua.

Jenis hubungan seks

Hampir semua perempuan yang aktif secara seksual selama kehamilan melaporkan melakukan hubungan seks melalui vagina; 38 persen melaporkan melakukan seks oral, 20 persen melaporkan melakukan masturbasi, dan 7 persen melaporkan melakukan seks
anal.

Gairah

Sekitar 39 persen perempuan mengaku gairah seks mereka tetap sama seperti saat belum hamil. Sekitar 33 persen perempuan menyatakan mengalami penurunan gairah selama kehamilan.

Kepuasan

Sekitar 50 persen perempuan menyatakan bahwa seks selama kehamilan sama memuaskannya dengan seks sebelumnya. Sekitar 28 persen menyatakan seks selama kehamilan kurang memuaskan.

Penampilan

Sekitar 41,5 persen perempuan menyatakan merasa kurang menarik atau kurang sensual selama kehamilan. Akan tetapi, 75 persen menyatakan bahwa pasangan mereka tetap menganggap mereka menarik.

Gangguan

Sekitar 75 persen perempuan melaporkan tidak mengalami gangguan seksual, tapi sisanya manyatakan mengalami masalah. Masalah tersebut termasuk penurunan gairah, merasa sakit saat melakukan hubungan intim, tidak bisa mencapai orgasme, dan kesulitan
lubrikasi. Meskipun begitu, hanya 11 persen perempuan yang menyatakan merasa perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai seks selama kehamilan.

Apakah latar budaya mempengaruhi pengalaman seksual? Menurut Pauleta, budaya turut berperan. Studi sebelumnya, terang Pauleta, telah menemukan bahwa banyak perempuan Pakistan dan Nigeria meyakini bahwa seks selama kehamilan akan melebarkan vagina sehingga proses melahirkan lebih mudah.

Di sisi lain, studi tersebut juga menemukan bahwa perempuan Iran meyakini bahwa seks selama kehamilan akan membuat bayi jadi buta atau menghancurkan selaput dara janin perempuan.

Irwin Goldstein, MD, direktur sexual medicine di San Diego's Alvarado Hospital, menekankan pentingnya meneruskan kedekatan seksual selama kehamilan.

"Melakukan seks melalui vagina tidak akan mengganggu kehamilan," terang Goldstein, seperti dikutip situs webmd.com."Akan tetapi, banyak pasangan yang enggan saat memasuki trimester ketiga. Mereka takut menyakiti janin." Hal ini, terang Goldstein, merupakan kesalahpahaman yang perlu diluruskan secara terbuka.

sumber : mediaindonesia.com

Tanggal ditambahkan: 16/02/2010 Seks, Kebersamaan Tubuh & Jiwa

MEMULAI lebih dini termasuk tip dasar untuk sebuah kehidupan seks memuaskan. Bercinta bukanlah sesuatu yang harus dimulai dengan aksi ”merayap ke dalam selimut”. Aksi cinta sederhana siap mendorong insting Anda berdua untuk saling berbagi cinta.
 
Saling tersenyum dan mencium adalah sedikit dari manifestasi cinta yang membantu meningkatkan semangat hubungan. Diulas oleh Magazine Ayurvediccure, aksi sentuhan non-seksual termasuk mengelus ringan bahu atau kaki saat pasangan membaca buku atau memegang tangan di kemudi mobil saat ia berkendara.
 
Tak kalah penting adalah penampilan yang memberi dampak besar pada mood seksual. Pastikan diri Anda selalu tampil menarik, aktraktif, juga wangi di hadapannya. Itu bagian dari seksi.
 
Selanjutnya, kemampuan komunikasi efektif selalu terbukti menguntungkan. Orang cenderung berhenti bicara saat mereka merasa pasangannya tidak perhatian lagi. Komunikasi memungkinkan Anda untuk saling berbagi pikiran dan perasaan, terutama tentang cinta dan seks.
 
Kalau sudah di ranjang, jangan lagi membicarakan pekerjaan masing-masing. Menghabiskan waktu berkualitas berdua adalah kehidupan seks memuaskan lainnya.
 
Penting bahwa Anda sebaiknya tidak membiarkan pasangan berkomentar, “Kamu hanya mau menyentuh tubuhku kalau ingin bercinta.” Ini artinya Anda tidak mengeksploitasi sensasi sentuhan yang berpotensi besar menjadikan seks makin menyenangkan.
 
Manfaat emosional dari kepuasan seks umurnya tak akan pendek. Mengetahui bahwa ia mencintai dan menyayangi Anda akan menyiramkan bangunan cinta Anda dengan rasa aman dan percaya diri yang besar. Inilah ikatan yang membuat cerita seks lebih memuaskan.
 
Bercinta bukan hanya tubuh, tapi juga bersatunya jiwa. Kamar tidur bukan hanya tempat menikmati sensasi sensual, tapi juga menikmati kebersamaan dengan saling bicara, tertawa, dan lainnya untuk saling melekatkan diri.
 
Itulah mengapa waktu cerita seks yang manis adalah tentang merasa bahagia satu sama lain dalam cara yang sangat manis. Ini adalah sebuah pengertian yang terbangun lewat kedekatan tubuh dan jiwa.

Sumber : banjarmasinpost.co.id

Tanggal ditambahkan: 15/02/2010 Benarkah Stres Bikin Sulit Hamil?

KOMPAS.com - Anda mendambakan kehadiran seorang anak, namun segala upaya Anda belum membuahkan hasil. Tak jarang perempuan menjadi stres memikirkan hal ini, yang -menurut keyakinan sebagian orang- justru makin menyulitkan kemungkinan hamil.

Benar enggak sih, memusingkan soal kehamilan bisa membuat Anda makin sulit hamil?

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Resolve, asosiasi infertilitas nasional di Amerika, 64 persen wanita salah mengartikan stres (yang bukan suatu kondisi medis) sebagai penyebab sulitnya terjadi pembuahan. Dalam kenyataannya, banyak dokter yang juga meyakini bahwa ada hubungan antara stres dan kesuburan, namun tidak ada studi ilmiah yang membuktikan bahwa kepikiran atau stres karena belum juga dikaruniai momongan dapat mengurangi peluang Anda hamil.

"Yang jelas, banyak perempuan di seluruh dunia yang juga berada di bawah tekanan hebat, tapi mereka masih bisa hamil, kok," ujar Shari Lusskin, MD, direktur bidang psikiatri reproduksi di New York University Langone Medical Center. "Tetapi kenapa wanita karier lain tidak bisa hamil? Kami tidak tahu apakah stres memang penyebabnya."

Jika memang tidak ada hubungan antara stres dan kesulitan hamil, mengapa fakta tersebut seringkali muncul? Bagaimana dengan wanita yang sulit hamil, dan penyebabnya karena situasi kerja wanita tersebut yang memang full of stress? Tidakkah hal ini saling berkaitan?

"Terlalu banyak stres emosional maupun fisik -misalnya terus mengkhawatirkan sesuatu atau berlatih keras untuk pertandingan- dapat menurunkan kadar progesteron Anda. Hal inilah yang dapat mengganggu ovulasi," jelas Sami David, MD, asisten profesor klinis di bidang obstetri dan ginekologi di Mount Sinai Hospital di New York City.

Namun penulis buku Making Babies: A Proven 3-Month Program for Maximum Fertility ini juga mengatakan, sulit mengambil kesimpulan yang sederhana dari keterkaitan itu.

Nasihat terbaik yang diberikan untuk Anda yang sedang menanti kehadiran anak, atau berharap bulan depan Anda mulai terlambat mens, tetaplah untuk rileks. Jangan biarkan kekhawatiran Anda karena usia yang tak lagi muda menenggelamkan hal-hal lain dalam hidup Anda yang lebih indah. Cobalah untuk lebih santai, namun lakukan hal ini terutama untuk kedamaian pikiran Anda.

Sumber : kompas.com

Tanggal ditambahkan: 14/02/2010 Ingin Hamil? Mulailah dengan Bercinta

KOMPAS.com - Berbagai persiapan memang harus dilakukan oleh pasangan yang sedang berencana untuk punya bayi. Namun, hal pertama yang harus dilakukan adalah berhubungan seks.

Kehamilan hanya mungkin terjadi bila terjadi pertemuan antara sel sperma dan sel telur. Dalam kondisi penetrasi saat berhubungan seksual hal ini baru bisa dicapai. Tentu saja masih ada sederet syarat lainnya, seperti kondisi sperma yang baik dan lendir rahim yang baik agar sel sperma bisa mencapai sel telur dengan mudah.

Bagi calon ayah dan ibu yang sudah ngebet ingin menimang bayi, ada beberapa faktor yang sebaiknya diperhatikan, yakni:

- Kurangi berat badan
Kegemukan mengurangi kesuburan, baik pada pria dan wanita. Lagi pula, postur tubuh yang terlalu gemuk juga akan menyulitkan posisi hubungan seksual.

- Berhenti merokok
Merokok bukan hanya mengurangi kesuburan, tapi juga bisa memengaruhi kesehatan janin, bila Anda beruntung bisa hamil.

- Bercinta
Bercintalah minimal dua atau tiga kali setiap minggu untuk meningkatkan peluang pembuahan. Jangan hanya berhubungan seks di masa subur karena agar sukses dalam membuahi sel telur sperma harus segar. Pria sedikitnya harus sering ejakulasi agar testikel selalu memproduksi sperma baru.

- Kunjungi dokter
Periksakan diri Anda ke dokter ginekologi. Terbukalah kepada dokter tentang kondisi kesehatan sekarang dan di masa lalu sehingga dokter bisa memberikan terapi yang efektif.

- Hindari alkohol
Konsumsi enam gelas atau lebih alkohol setiap minggu mengurangi kesempatan wanita untuk hamil. Jika tak mau ambil risiko, tinggalkan minuman beralkohol sama sekali.

Sumber : kompas.com

Tanggal ditambahkan: 13/02/2010 Jangan Lupakan "Foreplay", Bung!

KOMPAS.com — Ketika bicara tentang memuaskan hasrat di ranjang, pria dan wanita jarang bicara secara sejajar. Pria cenderung tancap gas menuju garis finis, melupakan pasangannya yang mesinnya belum dipanaskan. Sebelum membayangkan kenikmatan yang didapatkan, ada hal yang tak boleh terlewat bagi kaum wanita, yakni foreplay (pemanasan).

Mengapa foreplay menjadi penting? Karena hanya dengan memikirkan seks organ vital pria dapat langsung ereksi. Akan tetapi, tidak demikian halnya untuk wanita, hanya menginginkan seks saja belum cukup. Lewat foreplay, tidak hanya fisik yang akan terangsang, tetapi juga secara emosional sehingga pikiran dan tubuh seorang wanita menjadi siap untuk permainan utama.

"Wanita butuh waktu lebih lama untuk terangsang, apalagi untuk mencapai orgasme. Karena itu, foreplay sangat penting," kata Dr Ruth Westheimer, psikoseksual terapis dan profesor di New York University.

Pemanasan juga dibutuhkan karena membantu klitoris mengembang. "Seperti karateristik pada penis, saat terangsang sirkulasi darah akan lebih lancar menuju klitoris. Agar bisa mencapai orgasme, selain lubrikasi pada vagina, juga dibutuhkan kondisi 'tegang' pada klitoris," papar Westheimer.

Namun, di luar mekanisme biologi, Westheimer mengatakan, secara khusus tiap wanita butuh kenyamanan emosional bahwa pasangannya bercinta dengannya karena memang mencintainya. Menit demi menit yang dilewatkan selama foreplay bisa menjadi ajang penyampaian isi perasaan tadi. Bentuknya tak harus lewat kata-kata, tapi bisa juga melalui sentuhan, tatap mata, atau bisikan lembut.

Sumber : kompas.com

Tanggal ditambahkan: 08/02/2010 Ejakulasi Dini Hambat Kehamilan?

JAKARTA, KOMPAS.com — “Kami sudah menikah 10 tahun, tetapi sampai sekarang belum dikaruniai anak. Suami berumur 42 tahun, saya 38 tahun.
Suami mengalami ejakulasi dini, sehingga saya jarang sekali mencapai kepuasan bila melakukan hubungan intim. Walaupun tidak memuaskan, saya tetap bersedia melakukan hubungan intim  1-2 kali seminggu karena masih ingin hamil.

Pertanyaan saya, apakah karena ejakulasi dini dan jarang merasa puas, saya belum juga hamil sampai sekarang? Saya sudah periksa ke beberapa dokter ahli, tetapi hasilnya nihil. Dokter hanya menyarankan agar saya sabar menunggu. Sampai kapan harus menunggu, sementara usia kami terus bertambah?”

RS, Makassar

Tidak Berkaitan
Kehamilan hanya mungkin terjadi kalau berlangsung pembuahan sel telur wanita oleh sel spermatozoa pria. Pembuahan hanya mungkin terjadi kalau hubungan seksual dilakukan pada masa subur wanita. Hubungan seksual di luar masa subur wanita tidak akan menghasilkan pembuahan dan kehamilan.

Pembuahan lebih mudah terjadi kalau keadaan kesuburan pihak suami dan istri baik, dan tidak mengalami gangguan pada sistem reproduksinya. Sebaliknya, kalau kesuburan terganggu dan sistem reproduksi mengalami gangguan, kehamilan mengalami hambatan, bahkan mungkin tidak dapat terjadi.

Ejakulasi dini tidak mencerminkan ada tidaknya gangguan kesuburan. Tidak ada hubungan antara ejakulasi dini dengan keadaan kesuburan seorang pria. Artinya, seorang pria yang mengalami ejakulasi dini, kesuburannya mungkin saja normal. Sebaliknya, pria yang tidak mengalami ejakulasi dini, mungkin saja kesuburannya terganggu, bahkan mandul, sehingga tidak dapat menghasilkan kehamilan.

Gangguan Kesuburan
Ejakulasi dini yang dialami suami bukanlah penyebab Anda tidak hamil, walaupun telah 10 tahun menikah. Kecuali bila ejakulasi dini yang terjadi tergolong berat, sehingga tidak ada sperma yang masuk melalui vagina.

Pria yang menderita ejakulasi dini berat, mengalami ejakulasi sebelum penis masuk ke vagina. Jadi, selama ejakulasi terjadi di dalam vagina kemungkinan dapat menghamili tetap ada, asal kesuburannya baik dan di pihak Anda tidak ada gangguan.

Demikian juga walaupun Anda jarang mengalami orgasme. Orgasme tidak berperan bagi terjadinya pembuahan dan kehamilan. Jadi, walaupun Anda tidak pernah atau jarang mencapai orgasme, kehamilan tetap dapat terjadi.

Masalahnya, adakah gangguan kesuburan atau hambatan pada sistem reproduksi Anda dan suami, sehingga sampai saat ini Anda belum juga hamil? Seharusnya dari hasil pemeriksaan yang telah Anda alami, bila telah lengkap, dapat disimpulkan gangguan atau kelainan apa yang terjadi pada Anda dan suami.

Ini berarti bahwa Anda dan suami harus diperiksa dengan benar dan lengkap untuk membuat kesimpulan ada tidaknya gangguan. Setelah itu barulah dapat dilakukan langkah pengobatan atau tindakan yang tepat.

Namun, memang ada keadaan tertentu yang tidak dapat diatasi lagi. Misalnya kerusakan pada buah pelir sehingga spermatozoa tidak dapat diproduksi sama sekali atau kerusakan pada indung telur sehingga sel telur tidak dapat diproduksi.

Apakah Anda masih dapat hamil atau tidak, tergantung sejauh mana gangguan yang terjadi, baik pada diri Anda maupun suami. Mudah-mudahan hasil pemeriksaan yang dulu pernah Anda lakukan cukup lengkap, sehingga Anda dapat meminta penjelasan lagi kepada dokter yang memeriksa Anda.

Kalau tidak ada gangguan kesuburan pada diri Anda atau suami, tak mungkin kehamilan tidak terjadi dalam waktu yang lama ini.

Konsultasi dijawab oleh Prof Dr Wimpie Pangkahila SpAnd

Sumber : kompas.com